Obat Ibu Hamil & Menyusui

Tahun 1960-an, 12.000 bayi lahir dengan cacat yang disebut phocomelia (seperti kura-kura)  yaitu tak punya tangan atau kaki, kalaupun ada sangat pendek mirip seperti kura-kura

Kenapa? terjadi pada bayi yang lahir dari ibu-ibu yang saat hamilnya mengkonsumsi THALIDOMIDE

Thalidomide

Thalidomide adalah obat tidur yang sekaligus juga untuk engatasi mual muntah pada kehamilan.Saat itu baru disetujui pemakaiannya di Eropa

Respon ibu dan janin terhadap obat dipengaruhi oleh dua faktor utama:

  1. Perubahan absorbsi, distribusi, dan eliminasi obat dalam tubuh wanita hamil.
  2. Unit plasental-fetal yang mempengaruhi jumlah obat yang melewati sawar plasenta, persentase obat yang dimetabolisme oleh plasenta, distribusi dan eliminasi obat oleh janin

Periode Janin

  1. Masa embrionik : proses bertemunya sel terlur sampai perkembangan tertentu, yang berlangsung selama 8 minggu
  2. Fetal period (masa janin) berlangsung minggu ke 9 sampai lahir (38 minggu)

Masa embrionik

Masa paling kritis untuk induksi kecacatan pada kelahiran

Organ dan jaringan mulai dibentuk

Obat yang bersifat teratogenik (menyebabkan cacat) umumnya dapat berakibat signifikan jika diminum pada masa embrional pada minggu ketiga sampai 8.

FDA drug classification

  1. Kategori A

ü studi pada wanita hamil, tidak terbukti berisiko pada janin pada trimester pertama,

ü tidak ada fakta risiko pada trimester selanjutnya.

ü obat aman untuk kehamilan

Ex. parasetamol, penisilin, eritromisin, glikosida jantung, isoniazid serta bahan-bahan hemopoetik seperti besi dan asam folat

2. Kategori B

ü Hewan uji yang bunting, tidak ada risiko pada janin

ü Belum ada uji terkontrol manusia/wanita hamil.

ü Obat aman, tapi baru terbatas pada studi menggunakan hewan.

ü Relatif dinyatakan aman untuk kehamilan.

3. Kategori C

ü Pada hewanàefek terhadap janin (menyebabkan kecacatan atau kematian),

ü Studi pada manusia belum tersedia.

ü Boleh diberikan pada manusia hanya kalau manfaatnya melebihi risikonya pada janin.

Contoh C :

obat analgetik-narkotik, fenotiazin, rifampisin, aspirin, antiinflamasi non-steroid dan diuretika

4. Kategori D

Ø Bukti positif ,obat mempengaruhi janin,

Ø Penggunaannya pada manusia mungkin masih dapat diterima walaupun berisiko

Ø Misalnya pada keadaan darurat yang memerlukan obat tersebut, atau pada suatu penyakit serius di mana obat lain yang lebih aman tidak tersedia, dan jika tidak diobati akan menyebabkan sesuatu yang lebih fatal.

Contoh D:

androgen, fenitoin, pirimidon, fenobarbiton, kini, klonazepam, valproat, steroid anabolic, dan anti koagulansia

5. Kategori X

Studi pada hewan maupun manusia benar-benar menunjukkan risiko kecacatan atau kematian pada janin.

Obat kategori ini tidak boleh digunakan pada wanita hamil.

Contoh X:

isotretionin dan dietilbestrol

Transfer Obat

Protein binding à kecil, transfer besar

Lipid solubility à besar, transfer besar

Ionisasi à basa lemah, transfer lebih cepat (pH ASI 7,2)

Kalkulasi besar transfer

The infant’s dose (Dinfant) received via milk can be calculated using the maternal plasma concentration (Cmaternal),  M/PAUC ratio and the volume of milk ingested by the infant (Vinfant)

Dinfant (mg/kg/day) = Cmaternal (mg/L) x M/PAUC x Vinfant (L/kg/day)

Analgesik

paracetamol, ibuprofen, naproxen and codeineàaman

Aspirinàtransfer kecil (best avoided karena resiko Reye’s syndrome

Morphineà‘safe’ (low transfer into milk, and high first-pass metabolism).

Anthelminthics

Mebendazole or pyrantel embonate à Safe, tidak ada data transfer melalui ASI. Absorbsi yang buruk pada GI Ibu.

Antibiotics

Penicillins, cephalosporins and macrolides à kompatible,meskipun secara teoritik dapat merubah infant bowel flora dan sensitisasi alergi

Tetracyclines àtransfer low,biasanya dihindari, kemungkinan resiko penghambatan pertumbuhan tulang atau terjadi penguningan gigi

Fluoroquinolones à avoided, arthropathies pada hewan belum dewasa

Sulphonamides (sulphamethoxazole) àbest avoided pada anak mengalami hyperbilirubinaemia atau defisiensi glucose-6-phosphate dehydrogenase

Anticoagulants

Heparins àBM besar sukar melewati milk, absorbsi jelek.

Warfarin àTransfer kecil.

Anticonvulsants

Carbamazepine, phenytoin dan sodium valproate kompatibel dengan menyusui, perlu di cek central nervous system depression pada anak

Antidepressants

Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) transfer ke ASInya bermacam-macam. Paroxetine lebih dipilih pada penggunaan SSRIs.

Tricyclic antidepressan kompatible pada ibu menyusui. Moclobemide kompatible à transfer kecil

Antihistamines

Promethazine, dexchlorpheniramine dan diphenhydramine aman digunakan, perlu monitor sedasi atau irritabilitas pada anak. Non-sedating antihistamine data kurang, loratadine dan fexofenadine àlow transfer pada ASI.

Social drug:
Alcohol (2 jam setelah meminum alkohol).

Caffeineàbisa terjadi kegelisahan.

Nicotineàterdeteksi dalam plasma anak, merokok sangat dianjurkan untuk dihindari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: