Farmasi dan Alat kesehatan

Sebagian besar alat kesehatan yang diperdagangkan PT RNI berasal dari impor dimana PT RNI bertindak sebagai agen tunggal di Indonesia. Alat kesehatan tersebut meliputi alat laboratorium kecil sampai besar, alat-alat kedokteran gigi, reagent, benang bedah, dan lain lain.
Sedangkan beberapa alat kesehatan yang lain telah dapat diproduksi sendiri oleh PT RNI dan anak perusahaannya, seperti film rontgen (di poduksi oleh PT Trovi Rajawali Indonesia, bekerja sama dengan partner dari Perancis), jarum suntik (dengan merk Skifa), dan kondom (dengan merk Artika) yang diproduksi oleh PT Mitra Rajawali Banjaran, Bandung.

Produk farmasi atau obat-obatan dihasilkan oleh PT Phapros, Tbk di Semarang. Produk yang dihasilkan dapat dikelompokkan berdasarkan kriteria sebagai berikut :

Berdasarkan cara untuk memperoleh obat-obatan tersebut, jenis produknya dapat dipisahkan menjadi:

1. Kelompok obat bebas (obat yang dapat dibeli bebas di apotik, toko obat, bahkan warung-warung) misalnya: Antime, Livron B Pleks dan lain lain.
2. Kelompok ethical (obat yang dapat dibeli dengan resep dokter) misalnya: dextamin, pehatrim dan lain lain.

Berdasarkan status ijin yang dimiliki:

1. Obat paten (obat dngan merk tertentu yang terdaftar di DepKes, yang ijin produksinya hanya dimiliki oleh pabrik obat yang mendaftarkannya) misalnya Antimo milik Phapros.
2. Obat generik (obat yang komposisinya standar dan dibuat dengan menggunakan nama bahan utamanya) misalnya: ampicilyn, tetrasyclin, dan lain-lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: